METODE PELAKSANAAN
METODE PELAKSANAAN
1. PEMBERSIHAN
Pembersihan lokasi
yang dimaksud yakni pemotongan/pembabatan semak belukar, ilalang dan lain-lain
dilokasi pekerjaan dan hasil babatan/potongan semak diletakkan sedemikian rupa
agar memudahkan pelaksanaan pengukuran dan pemasangan patok yang akan
dilaksanakan berikutnya.
2. CABUT
TUNGGUL POHON
Pekerjaan cabut tunggul
dilaksanakan pada pekerjaan ini sebanyak 60 buah, pekerjaan cabut tunggul
dibuang keluar lokasi pekerjaan dengan syarat tidak merusak lingkungan atau
dibuang ke lokasi lainnya atas persetujuan dari Direksi.
3. GALIAN
TANAH BIASA
|
-
|
Penetapan lokasi pekerjaan dilakukan melalui
pengukuran bersama oleh kontraktor dan team pengawas;
|
|
-
|
Berikutnya dilanjutkan dengan pembersihan lokasi
oleh kontraktor;
|
|
-
|
Kemudian dilakukan Pemasangan bowplang sesuai
dengan gambar kerja yang telah disepakati;
|
|
-
|
Pekerjaan galian tanah sesuai dengan formasi yang
ditetapkan pada gambar kerja dan Bowplang terpasang;
|
|
-
|
Tanah digali dengan cangkul menggunakan tenaga
manusia
|
|
-
|
Hasil galian tanah diletakkan di areal pekerjaan
timbunan tanah kembali;
|
|
-
-
|
Apabila dalam tahap penggalian terdapat genangan
air, maka air harus dikeluarkan dengan memasang pompa selama penggalian dan
bila dibutuhkan dapat dipasanga Coperdam untuk menghalau air tidak masuk
kedalam galian pondasi.
Pekerjaan galian tanah disesuaikan dengan
kebutuhan pemasangan konstruksi batu padas;
|
4. PASANGAN
BATU BELAH CAMP. 1:3
|
-
|
Pemasangan batu dengan Camp 1 PC : 3 PP;
|
|
-
|
Bahan semen,pasir,batu padas, dan air disesuaikan dengan
spesifikasi teknis yang ditetapkan;
|
|
-
|
Ukuran konstruksi Pasangan batu dengan Mortar
disesuaikan dengan dimensi konstruksi saluran pada gambar Kerja yang
disepakati;
|
|
-
|
Pekerjaan Konstruksi pasangan batu dengan mortar
dilakukan setelah sebagian penggalian tanah telah selesai dilakukan dan semua
ukuran dan bentuk telah disetujui oleh team pengawas;
|
|
-
-
|
Apabila dalam tahap pemasangan pondasi terdapat
genangan air, maka air harus dikeluarkan dengan memasang pompa selama
pelaksanaan sampai pasangan mengering dan bila dibutuhkan dapat dipasanga
Coperdam untuk menghalau air tidak terjadi genangan pada pasangan batu.
Batu padas disusun tidak bersentuhan antara yang
satu dengan yang lainnya, kemudian spesi mortar dituang di antara batu padas
sehingga dapat mengikat batu menjadi satu kesatuan dengan bentuk dan ukuran
sesuai dengan gambar pelaksanaan,
|
|
-
|
Untuk menghindari pengeringan yang cepat/ pengaruh
dari air hujan pasangan dapat ditutup dengan plastik untuk menghindari
pengurangan kekuatan pasangan.
|
5. PLESTERAN
TEBAL 1,5 CM CAMP. 1:3
|
-
|
Pekerjaan plesteran dimulai setelah pekerjaan
pasangan batu padas sebagian telah selesai dikerjakan
|
|
-
-
|
Bahan untuk plesteran : Semen,Pasir, air
disesuaikan dengan spesifikasi teknis
Campuran mortar untuk plesteran adalah 1 PC : 3 PP
|
|
-
|
Pekerjaan plesteran dimulai setelah seluruh
permukaan pasangan batu padas terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran yang
mengurangi daya rekat semen
|
|
-
|
Pekerja memplester permukaan pasangan batu dengan
mortar mengikuti ketebalan sesuai dengan spesifikasi teknis
|
|
-
|
Permukaan Plesteran harus rapi dan rata
|
6. BETON
K-175
Semua bahan untuk pekerjaan pengecoran beton harus sesuai
dengan spesifikasi teknis pekerjaan.
a.
Pekerja
mempersiapkan semua bahan/ material dan peralatan di loksai pekerjaan
b. Proses pencampuran beton dilakukan dengan
menggunakan concrete mixer. Selama proses pencampuran ini akan diawasi oleh Quality
Controller agar mutu beton yang dihasilkan sesuai dengan yang disyaratkan,
Proses pencampuan beton ini berpengaruh sangat besar terhadap mutu beton yang
dihasilkan nantinya. Material dimasukkan secara bertahap ke dalam concrete
mixer antara 2 sampai 3 tahap, tidak sekaligus. Pertama-tama dimasukkan air
terlebih dahulu, kemudian semen, setelah itu baru berturut-turut pasir dan
kerikil. Jika pada mixer kapasitasnya masih memungkinkan untuk ditambah, maka
setelah beton setengan masak, kemudian dimasukkan lagi, semen, kerikil dan
pasir, begitu seterusnya sampai mixer penuh kapasitasnya. Setelah beton masak,
baru dituang ke lokasi pekerjaan.
c. Pada saat beton dihamparkan digunakan alat Concrete Vibrator atau
alat perojok sesuai petunjuk dari Direksi pekerjaan, agar beton yang
dituang dapat merata ke setiap bagian konstruksi yang di cor, terutama
bagian-bagian konstruksi di tepi, di sudut, dan bagian beton yang instlalasi
besi nya rapat.
d. Perawatan beton dilakukan dengan cara
penyiraman permukaan beton dengan air selama 14 hari setiap 3 jam sekali.
Pekerjaan perawatan beton ini juga dapat dilakukan dengan melapisi beton
menggunakan Karung goni basah.
7. BEKISTING
MENGGUNAKAN MULTIFLEX
Untuk mendapatkan hasil
cetakan yang sesuai dengan gambar bestek atau rencana maka kami akan membuat
bekisting yang terbuat dari multiflex yang pemasangannya diajukan terlebih
dahulu kepada Direksi/Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.Cetakan akan
dibuat untuk mampu memikul beban serta tidak bocor.Cetakan beton dibuat sesuai
dengan bentuk beton yang sesuai dengan gambar.
8. PEMBESIAN
PELAT
Pekerjaan pembesian dilakukan sesudah atau bersamaan dengan pekerjaan bekisting.
a. Pelaksana membuat Bar Bending Schedule, dan menghitung
kebutuhan potong-potongan besi berikut jumlahnya, setelah itu juga disertai
dengan gambar potongan dan pembengkokan. Hal ini untuk memudahkan tukang dan
pekerja dalam pengerjaan pemotongan dan pembengkokkan besi. Bar Bending
schedule juga sangat efektif untuk mengurangi kesalahan pemotongan besi,
dan pemborosan pemakaian besi di lapangan.
b. Pekerjaan pemotongan dan fabrikasi besi ini baru dapat dilakukan, jika
Bar Bending schedule dan gambarnya yang diajukan ke Direksi Pekerjaan
/ Konsultan supervisi, telah disetujui dan diperintahkan untuk dilaksanakan.
c. Pekerja merakit besi yang telah dipotong sesuai ukuran pada gambar
kerja
d. Pekerja meletakkan besi yang telah dirakit pada bekisting yang telah
disiapkan
e. Apabila besi telah terpasang, maka dilanjutkan dengan pekerjaan
pengecoran
9. KISTDAM
PASIR
Pekerjaan kisdam adalah
karung goni yang di isi dengan pasir. Goni yang terisi pasir disusun sesuai gambar
atau sesuai kebutuhan lapangan atas persetujuan direksi pekerjaan. pasir/tanah
diisi ke dalam goni. Goni yang telah diisi dijahit/diikat rapi. Setelah itu
diangkat dengan baik dan disusun berselang-seling seperti yang di tunjukkan
dalam gambar.
10. PENGERINGAN
DENGAN POMPA
Pompa air disini
dilakukan untuk mengeringkan lokasi pekerjaan, sehingga pelaksanaan pekerjaan
tidak terganggu akibat adanya genangan air di lokasi pekerjaan. Dan apabila
didapatkan kondisi yang tidak diharapkan (debit terlalu besar) kami akan
menambah jumlah pompa yang diperlukan atau atas petunjuk dari direksi.
11. PIPA
SULING / DRAIN HOLE
suling-suling resapan dipasang
sesuai design atau instruksi dari pemberi kerja. Pipa Suling terbuat dari pipa
paralon yang dibungkus ijuk diujung pipa bagian dalam (atau sesuai dengan
instruksi dan persetujuan dari direksi) Pipa suling tersebut dipasang bersamaan
dengan pasangan batu dengan jarak sesuai dengan persetujuan direksi
12. TIMBUNAN
/ URUGAN TANAH KEMBALI
Bahan timbunan dari
hasil galian dipilih yang baik dan disetujui direksi. Material timbunan yang
dipakai harus disetujui oleh direksi. Sebelum melaksanakan timbunan, apabila
lokasi tersebut kering, maka dilakukan penyiraman terlebih dahulu untuk
mendapatkan kontak anatara tanah asli dengan tanah timbunan. Timbunan dibuat
dengan lapis per lapis dengan ketebalan tiap lapisan 30 cm. Timbunan dipadatkan
secara merata.
PEKERJAAN PENDAHULUAN
1.
Pekerjaan
Bongkaran
·
Pembongkaran dilakukan
oleh para pekerja dan apabila diperlukan dapat menggunakan alat. Area
harus bersih dari segala aktifitas kegiatan orang lain sehingga tidak terjadi
kemungkinan material bongkaran dapat mencelakai orang lain dan para pekerja.
·
harus benar-benar
meratakan dan membersihkan bongkaran sehingga pekerjaan selanjutnya dapat
dilaksanakan tanpa mempunyai hambatan apapun.
·
Bekas bongkaran di
kumpulkan dan ditumpuk dilokasi yang tidak mengganggu pekerjaan dan sesuai
dengan instruksi dari direksi
TOILET LABORATORIUM I
1.
Pekerjaan
Keramik Lantai
a.
Rabat
beton lantai kerja tebal 10 cm
·
Persiapan
Persiapan
material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : concrete
mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam,
benang, selang air, dll.
·
Pengukuran
Terlebih
dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran untuk menentukan leveling
lantai kerja. Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.
Pelaksanaan
pekerjaan lantai kerja
·
Untuk
lantai kerja dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
·
Buat
adukan untuk lantai kerja dengan campuran sesuai dengan spesifikasi teknis dan
instruksi direksi.
·
Pastikan
bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
·
Bersihkan
lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
·
Pasang
patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan
ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1
m untuk leveling lantai kerja.
·
Tuangkan
adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
·
Adukan
lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang
dari patok level satu dengan yang lainnya.
b.
Urugan
pasir
Urugan
pasir dilakukan sebelum pemasangan lantai kerja agar tidak terjadi penurunan.
pada saat pengurugan pasir dilaksanakan pemadatan hingga mencapai garis elevasi
rencana.
c.
Pasangan
Keramik 20x20
1)
Pada
pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
beton cor, sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu tanah pasir urug
dipadatkan dengan alat pemadat.
2)
Pola
pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar)
dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk
garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk
siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
3)
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keraamik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
2.
Pekerjaan
Keramik Dinding 20x40
·
Pada
pekerjaan dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
plesteran, sebelum dilakukan pemasangan keramik terlebih dahulu plesteran
diratakan.
·
Pola
pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar)
dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk
garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk
siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam
dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan alat
gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang
sempurna.
3. Pekerjaan Meja Wastafel
a.
Cor
meja beton
Pekerjaan
yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
Cor Meja Beton,
a.
Bahan-bahan:
-
Semen.
Digunakan
portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut
Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu
zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan
dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen
tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak
menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m.
Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
-
Pasir beton.
Pasir
beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari
bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03
dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
-
Kerikil.
Kerikil
yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.;
Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material
yang tepat.
-
Air.
Air
yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini
akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
-
Besi beton.
Besi
beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos
BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga
dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan
dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka
waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat yang
menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan
meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus
dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi /
Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan
ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.
b.
Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
- komposisi/Campuran beton yang
digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
- Pemborong akan melaporkan kepada
Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar
konstruksi dan gambar arsitektur.
- Pengangkutan adukan beton dari tempat
pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
·
Tidak
berakibat pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
·
Tidak
terjadi perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor
dan yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus
memenuhi SK SNI T-15.1919.03.
·
Pengecoran
- Pengecoran beton akan dilaksanakan
atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran
berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran.
Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan
papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di
cabut pada saat beton di cor.
- Apabila pengecoran beton akan di
hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi /
Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus
tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar
kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada
pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih
tinggi dari 1,5 m.
·
Perawatan
beton
- Beton yang sudah di cor akan dijaga
agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari.
Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.
Dipergunakan
karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.
Hasil
pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak
mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan
lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau
seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya
diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.
Semua
beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup
dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang
ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen,
pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai
dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.
b.
Pasangan
Keramik 60x60
·
Pada
pekerjaan Wastafel seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
beton cor,.
·
Pola
pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
4. Pengecatan Dinding
a.
Pengerokan/pengikisan
cat lama
·
lakukan
pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan
menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·
gosok
bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan
dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·
dempul
bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·
setelah
dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan
debunya dengan kain lap
b.
Pengecatan
Dinding Interior
·
Setelah
dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi
teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis
pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya
5. Pasangan Wastafel lengkap
·
Pekerjaan wastafel disesuaikan dengan gambar
pola keramik.
·
Sebelum dilakukan pemasangan dilakukan
pengukuran terlebih dahulu (marking area) titik penempatan dan elevasi wastafel
tersebut.
·
Berikan tanda titik penempatan posisi wastafel.
·
Pemasangan pipa saluran inlet dan outlet.
·
Pastikan posisi inlet untuk connect ke wastafel
sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
·
Pasang wastafel sesuai dengan titik yang telah
ditentukan.
·
Proteksi wastafel yang sudah terpasang, setelah
itu lakukan testing fungsi.
6. Pasangan Kloset Duduk tanpa Tangki
·
Pekerjaan kloset disesuaikan dengan gambar pola
keramik.
·
Sebelum dilakukan pemasangan kloset dilakukan
pengukuran terlebih dahulu (marking area) titik penempatan dan elevasi kloset
tersebut.
·
Berikan tanda titik penempatan posisi kloset.
·
Pemasangan pipa saluran inlet dan outlet.
·
Pastikan posisi inlet untuk connect ke kloset
sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
·
Pasang kloset sesuai dengan titik yang telah
ditentukan.
·
Proteksi kloset yang sudah terpasang, setelah
itu lakukan testing fungsi
7. Perbaikan Instalasi Air bersih dan air
kotor
·
Persiapan gambar shop
drawing pekerjaan perbaikan instalasi air bersih dan air kotor.
·
Approval material yang
akan digunakan.
·
Persiapan lahan kerja.
·
Sebelum pekerjaan
dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
·
Pekerjaan Perbaikan instalasi
air bersih dan air kotor dilaksanakan dengan mengganti dan memperbaiki jaringan
air bersih dan air kotor yang tidak berfungsi atau rusak
·
Tahap akhir adalah
pengecekan yang berfungsi untuk mengecek apakah instalasi air bersih dan air
kotor tersebut berfungsi sesuai dengan rencana.
8. Pekerjaan Pintu besi 90x210
pekerjaan
pemasangan pintu besi, dilaksanakan dengan terlebih dahulu mendatangkan pintu,
kemudian memasangnya dengan rapi dan rapat.
BANGUNAN LABORATORIUM
BAKTERIOLOGI, GUDANG, DAN TOILET MAHASISWA
1.
Pekerjaan
Plafon
a.
Sisipan
plafon
§ Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai
dipasang.
§ Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§ Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar,
sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·
Setelah lembaran tripleks
terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.
Sisipan
Rangka Plafon
Langkah-langkah
pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:
·
Persiapan
lahan kerja.
Persiapan
material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding,
gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
·
Pengukuran
Level/peil
plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan
selang air.
Untuk
mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau
kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
·
Pasang
rangka
Setelah
posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada
bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan
pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan
jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·
Setalah
semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan
benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan
c.
Pengecatan
Plafon
·
pastikan
permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·
Selanjutnya dilakukan
pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan
spesifikasi teknis.
2. Pekerjaan Keramik Lantai Gudang
a.
Pasangan
Keramik 30x30
·
Pada
pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
beton cor,.
·
Pola
pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
3.
Pekerjaan
Toilet Mahasiswa
a.
Pembersihan
Keramik dengan alat pembersih keramik
·
terakhir
adalah pembersihan lantai keramik dan dinding dengan bersih dan rapi. pembersih
yang digunakan adalah sesuai dengan spesifikasi dan instruksi dari direksi.
b.
Pasangan
keramik Dinding 20x25
·
Pada
pekerjaan keramik dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan
diatas plesteran,.
·
Pola
pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
·
pastikan
pemasangan keramik dilakukan dengan tegak lurus
c.
Memasang
Kran air bak
pemasangan
keran air bak dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari direksi, dan dikerjakan
dengan rapi dan benar. setelah selesai pemasangan, keran air dicoba untuk
membuktikan bahwa keran tersebut berfungsi dengan baik
4. Mengganti Daun Pintu
·
pertama
dilakukan pembongkaran daun pintu lama
·
daun
pintu baru didatangkan dan di pasang ke kusen pintu tersebut
·
pemasangan
pintu dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan dikerjakan
dengan rapi
5. Perbaikan Instalasi Listrik
Perbaikan
instalasi listrik dikerjakan dengan hatihati dan sesuai dengan rencana. setelah
perbaikan selesai, dilaksanakan pengecekan untuk mengetahui listrik tersebut
berfungsi dengan baik
6. Pekerjaan Cat
a.
Pengerokan/pengikisan
cat lama
·
lakukan
pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan
menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·
gosok
bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan
dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·
dempul
bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·
setelah
dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan
debunya dengan kain lap
b.
Pengecatan
Dinding Interior
·
Setelah
dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi
teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis
pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya
c.
Pengecatan
Dinding Eksterior
·
Setelah
dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi
teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis
pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya
d.
Pengecatan
Kusen dan daun Pintu
·
bersihkan
permukaan kayu dari debu dll
·
Setelah
permukaan bersih dari debu, cat lapis pertama sesuai spesifikasi teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang pada lapis kedua setelah lapis pertama tersebut kering
BANGUNAN RUANG KELAS DAN
SELASAR
1.
Penambahan
Sekat Ruang Dosen ( 3,4 m x 7 m )
·
Persiapan
material kerja, antara lain :balok kayu 6x12, Paku biasa, Plywood 4mm, Lem kayu
dll.
·
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, steiger, unting-unting,
gerinda, gergaji, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang air, dll.
Pek
dinding partisi
·
Pengukuran
Lebih dahulu
juru ukur/surveyor dengan theodolith menentukan dan menandai (marking) pada
bagian lantai dan dinding pemasangan dinding partisi.
Pemasangan
rangka
·
Potong
rangka dengan ukuran dengan sesuai gambar kerja.
·
Pasang
rangka pada bagian lantai dan dinding mengikuti marking dengan jarak rangka sesuai
spesifikasi dan gambar.
·
Pastikan
dan cek rangka sudah terpasang tegak lurus (siku).
·
Pasang
lembaran plywood pada rangka dengan perkuatan menggunakan paku dan lem kayu.
·
Lembaran
plywood dipasang satu sisi dahulu, untuk memudahkan pekerjaan instalasi
mekanikal dan elektrikal. Setelah instalasi mekanikal dan elektrikal terpasang
baru lembaran plywood sisi berikutnya dipasang.
·
Cek
kerataan permukaan pasangan dinding partisi.
·
Sambungan
antar plywood digosok dengan ampelas halus untuk mendapatkan permukaan yang
rata/flat.
.
2. Pemasangan HPL Sekat Ruang Dosen
·
Plywood
dibersihkan dengan diamplas
·
bahan
dasar tersebut disemprot lem kuning/ contact glue
·
HPL
yang akan ditempel ke bidang tersebut desemprot dengan lem juga
·
rekatkan
HPL dengan bidang plywood (rekatkan dengan hati-hati untuk menghindari
gelembung udara)
·
rapikan
seluruh pinggiran dinding yang sudah dilapisi dengan HPL
3. Sisipan keramik lantai 40x40
·
Pada
pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton
cor,.
·
Pola
pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
4. Pekerjaan Cat
a.
Pengerokan/pengikisan
cat lama
·
lakukan
pengupasan pada bagian cat lama yang terkupas dan ada gelembung udara dengan
menggunakan sekrap. pastikan pekerjaan ini berlangsung dengan baik
·
gosok
bagian cat lama yang terkupas tersebut dengan kertas pasir halus, dan bersihkan
dengan kain lap sehingga bersih dari debu dan kotoran yang menempel
·
dempul
bagian yang terkupas dengan tepung dempul sehingga permukaan menjadi rata
·
setelah
dempul kering, gosok semua dempulan dengan kertas pasir halus, lalu bersihkan
debunya dengan kain lap
b.
Pengecatan
Dinding Interior
·
Setelah
dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi
teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis
pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya
c.
Pengecatan
Dinding Eksterior
·
Setelah
dinding bersih dari debu, cat dinding dengan cat dasar sesuai spesifikasi
teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang dengan cat penutup sebanyak dua lapis. setiap lapis
pengecatan haruslah cat nya hingga kering lalu dilanjutkan lapis berikutnya
d.
Pengecatan
Kusen
·
bersihkan
permukaan kayu dari debu dll
·
Setelah
permukaan bersih dari debu, cat lapis pertama sesuai spesifikasi teknis
·
lalu
lakukan pengecatan ulang pada lapis kedua setelah lapis pertama tersebut kering
5. Pekerjaan Plafon
a.
Sisipan
plafon
§ Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai
dipasang.
§ Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§ Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar,
sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·
Setelah lembaran
tripleks terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.
Sisipan
Rangka Plafon
Langkah-langkah
pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:
·
Persiapan
lahan kerja.
Persiapan
material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding,
gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
·
Pengukuran
Level/peil
plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan
selang air.
Untuk
mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau
kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
·
Pasang
rangka
Setelah
posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada
bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan
pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan
jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·
Setalah
semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan
benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan
c.
Pengecatan
Plafon
·
pastikan
permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·
Selanjutnya dilakukan
pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan spesifikasi
teknis.
6. Perbaikan instalasi listrik + kabel
tray
Perbaikan
instalasi listrik dikerjakan dengan hatihati dan sesuai dengan rencana. setelah
perbaikan selesai, dilaksanakan pengecekan untuk mengetahui listrik tersebut
berfungsi dengan baik
BANGUNAN KANTOR
1.
Pekerjaan
Plafon
a.
Sisipan
plafon
§ Setelah rangka terpasang dengan benar, rata dan kuat serta
instalasi ME sudah terpasang semua, maka lembaran tripleks dapat mulai
dipasang.
§ Untuk tripleks, pertemuan diatur secara menyilang.
§ Sebelum pemasangan paku pastikan paku disesuaikan benar,
sehingga paku hanya masuk sedikit kedalam permukaan tripleks.
·
Setelah lembaran
tripleks terpasang semua, cek leveling permukaan plafond.
b.
Sisipan
Rangka Plafon
Langkah-langkah
pelaksanaan Pekerjaan rangka plafon adalah sebagai berikut:
·
Persiapan
lahan kerja.
Persiapan
material kerja, antara lain :kayu, paku dll.
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, schafolding,
gerinda, gergaji besi, bor screw driver, kape, ampelas, cutter, selang dan air.
·
Pengukuran
Level/peil
plafond diukur dahulu dengan menggunakan theodolith dan dibantu menggunakan
selang air.
Untuk
mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau
kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai.
·
Pasang
rangka
Setelah
posisi plafond didapatkan, pekerjaan awal adalah pemasangan rangka kayu pada
bagian tepi untuk memperoleh titik tetap plofond.
Dilanjutkan
pemasangan rangka pembagi yang digantung ke plat beton dengan menggunakan paku beton/penggantung.
Perkuatan antara rangka kayu dengan menggunakan paku.
Penempatan
jarak rangka kayu maksimum berjarak 60 cm.
·
Setalah
semua rangka terpasang, lakukan perataan (leveling) dengan menggunakan tarikan
benang, setelah itu penggantung bisa dimatikan
c.
Pengecatan
Plafon
·
pastikan
permukaan plafon bersih dari debu dan kotoran, serta telah rata
·
Selanjutnya dilakukan
pekerjaan pengecatan plafond sesuai dengan instruksi dari pemberi kerja dan
spesifikasi teknis.
BAK SAMPAH
1.
Pekerjaan
Sloof
a.
Penggalian
1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
·
Galian tanah untuk
sloof harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan yaitu sedalam
1m. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian
harus dipadatkan/ditumbuk.
·
jika galian melampaui
batas kedalaman,kontraktor harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai
kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus
diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh
Direksi.
b.
Beton
sloof
Pekerjaan
yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
beton sloof,
a.
Bahan-bahan:
-
Semen.
Digunakan
portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut
Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu
zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan
dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen
tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak
menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m.
Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
-
Pasir beton.
Pasir
beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari
bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03
dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
-
Kerikil.
Kerikil
yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.;
Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material
yang tepat.
-
Air.
Air
yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini
akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
-
Besi beton.
Besi
beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos
BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga
dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan
disimpan dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam
jangka waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat
yang menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan
meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus
dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi /
Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan
ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.
b.
Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
- komposisi/Campuran beton yang
digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
- Pemborong akan melaporkan kepada
Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar
konstruksi dan gambar arsitektur.
- Pengangkutan adukan beton dari tempat
pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
- Tidak berakibat pemisahan dan
kehilangan bahan-bahan.
- Tidak terjadi perbedaan waktu
pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di
cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI
T-15.1919.03.
·
Pengecoran
- Pengecoran beton akan dilaksanakan
atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran
berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran.
Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan
papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di
cabut pada saat beton di cor.
- Apabila pengecoran beton akan di
hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi /
Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian
permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi
additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom,
adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
·
Perawatan
beton
- Beton yang sudah di cor akan dijaga
agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari.
Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.
Dipergunakan
karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.
Hasil
pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak
mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan
lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau
seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya
diganti atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.
Semua
beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup
dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang
ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen,
pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai
dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.
c.
Tulangan
sloof
- Besi beton yang digunakan adalah
sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan
leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari
kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan
dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka
waktu panjang. Besi beton digunakan pada sloof dan di tempat yang menggunakan
beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan
tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong
dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas
terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
- dipastikan ikatan kuat sehingga tidak
merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.
2. Pekerjaan Dinding
a.
Pasangan
bata
1. Persiapan
o
Pembuatan
dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang bata.
o
Approval
material yang akan digunakan.
o
Persiapan
lahan kerja.
o
Persiapan
material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
o
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran,
benang,unting-unting, profil, selang air, sendok semen, dll.
2. Pengukuran
o Pengukuran dengan menggunakan alat
ukur theodolith dan waterpass.
o Juru ukur menentukan dan menandai (marking)
lokasi yang akan dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom praktis, as
dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.
3. Pelaksanaan pekerjaan pasang bata
o Pasangan bata biasa dengan menggunakan
adukan sesuai dengan spesifikasi teknis
o Sebelum bata dipasang terlebih dahulu
direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak terserap dalam bata yang
mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan batu bata cukup
kuat.
o Buat adukan untuk pasangan dinding
bata.
o Pasang profil dan benang serta
unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.
o Pasang dan susun bata pada area yang
telah diberi tanda marking dengan menggunakan perekat adukan.
o
Cek
dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.
b.
Plesteran
o Material Semen PC, Pasir Pasangan, dan
Air sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.
o Untuk plesteran, perbandingan campuran
antara semen dan pasir sesuai dengan spesifikasi dan instruksi direksi
o Semua bagian yang akan di plester,
dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan disiram dengan
o air. Selama proses pengeringan
Plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat
o
proses
pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran material dilakukan dengan Concrete
Mixer
3. Pekerjaan Kolom Praktis dan balok
·
Persiapan
lahan kerja.
·
Persiapan
material kerja, antara lain : semen PC,
pasir, split, kaso, multiplek,
besi beton, kawat beton, paku, air, dll.
·
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, waterpass, meteran, bor listrik,
gunting besi, pembengkok besi, gergaji, unting-unting, benang, selang air, dll.
Pemasangan
Balok Latei & Kolom Praktis
·
Pengukuran
·
Surveyor
melakukan pengukuran dengan theodolith dan memberi tanda (marking) untuk posisi
titik perletakan kolom beton praktis dan balok latel.
·
Fabrikasi
besi beton untuk tulangan dengan mutu, ukuran dan panjang dibuat sesuai gambar kerja yang telah disetujui.
·
Fabrikasi
besi beton untuk tulangan kolom praktis dan balok latei.
·
Besi
beton yang telah difabrikasi diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya
tidak membingungkan pada saat akan dipasang.
·
Posisi
besi beton untuk tulangan pada kolom praktis dan balok latei yang belum ada
besi stek existing, terlebih dahulu dibuatkan besi stek dengan menggunakan alat
bantu bor listrik.
·
Fabrikasi
bekesting
·
Fabrikasi
bekesting untuk kolom beton praktis praktis menggunakan bahan dari multiplek
dan perkuatan dengan menggunakan kaso.
·
Potong
multiplek untuk bekesting kolom praktis dan balok lintel.
·
Pasang
bekesting pada lokasi besi beton tulangan kolom praktis dan balok lintel dengan
dimensi dibuat sesuai ukuran gambar kerja.
·
Pasang
perkuatan/support pada bekesting.
·
Bekesting
dipasang harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat
menghasilkan bidang yang flat/maksimal. Gunakan waterpass/unting-unting untuk
pengecekan.
·
Beton
decking dipasang secara merata dan sesuai dengan kebutuhan.
Pengecoran
beton
·
Sebelum
pengecoran terlebih dahulu harus diperiksa kekuatan acuan yang sudah dipasang /
difabrikasi, semua ukuran sudah sesuai rencana.
·
Pengecoran
beton dilakukan menggunakan beton readymix K-175.
·
Setelah
area siap, lakukan pengecoran beton. Tuang adukan beton ke area pengecoran,
adukan beton diratakan dan dipadatkan sehingga beton tidak ada sarang
tawon/keropos.
4.
Lantai
Bak sampah
Pekerjaan
yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan lantai,
a.
Bahan-bahan:
-
Semen.
Digunakan
portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut
Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu
zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan
dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen
tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak
menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m.
Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
-
Pasir beton.
Pasir
beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari
bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03
dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
-
Kerikil.
Kerikil
yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.;
Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material
yang tepat.
-
Air.
·
Air
yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam, bahan-bahan
lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini akan dipakai
air bersih yang dapat diminum.
Komposisi
/ Campuran Beton / Mutu Beton
- komposisi/Campuran beton yang
digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
- Pemborong akan melaporkan kepada
Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar
konstruksi dan gambar arsitektur.
- Pengangkutan adukan beton dari tempat
pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
- Tidak berakibat pemisahan dan
kehilangan bahan-bahan.
- Tidak terjadi perbedaan waktu
pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di
cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI
T-15.1919.03.
·
Pengecoran
- Pengecoran beton akan dilaksanakan
atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran
berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran.
Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan
berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada
saat beton di cor.
- Apabila pengecoran beton akan di
hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi /
Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus
tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar
kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada
pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi
dari 1,5 m.
·
Perawatan
beton
- Beton yang sudah di cor akan dijaga
agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari.
Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.
Dipergunakan
karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.
Hasil
pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak
mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan
lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya
menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau
diperbaiki segera atas resiko pemborong.
·
Semua
beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup
dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang
ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen,
pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai
dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.
TEMPAT AIR WUDHU
1.
Pekerjaan
Sloof
a.
Penggalian
1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
·
Galian tanah untuk
sloof harus sesuai dengan ukuran dalam gambar pelaksanaan yaitu sedalam
1m. Apabila diperlukan untuk mencapai daya dukung yang baik,dasar galian
harus dipadatkan/ditumbuk.
·
jika galian melampaui
batas kedalaman,kontraktor harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai
kepadatan maksimum,Hasil galian yang dapat dipakai untuk penimbunan harus
diangkut langsung ke tempat yang sudah direncanakan dan disetujui oleh
Direksi.
b.
Beton
sloof
Pekerjaan
yang dimaksud adalah pekerjaan pengecoran untuk pekerjan
beton sloof,
a.
Bahan-bahan:
-
Semen.
Digunakan
portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut
Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu
zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan
dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar semen
tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm dan tidak
menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling tinggi 2 m.
Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang telah ada agar
pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
-
Pasir beton.
Pasir
beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas dari
bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir serta
kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T 15.1919.03
dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
-
Kerikil.
Kerikil
yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.;
Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi material
yang tepat.
-
Air.
Air
yang digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini
akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
-
Besi beton.
Besi
beton yang digunakan adalah sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos
BJTP 24 dengan tegangan leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga
dari kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan
dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka
waktu panjang. Besi beton digunakan pada pondasi tapak dan di tempat yang
menggunakan beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan
meluruskan tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus
dipotong dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi /
Pengawas terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
dipastikan
ikatan kuat sehingga tidak merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.
b.
Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
- komposisi/Campuran beton yang
digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan sesuai dengan gambar kerja.
- Pemborong akan melaporkan kepada
Direksi/konsultan Pengawas apabila ada perbedaan yang didapat didalam gambar
konstruksi dan gambar arsitektur.
- Pengangkutan adukan beton dari tempat
pengadukan ketemppat pengecoran akan dilakukan dengan cara:
- Tidak berakibat pemisahan dan
kehilangan bahan-bahan.
- Tidak terjadi perbedaan waktu pengikatan
yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan yang akan di cor,dan nilai
slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi SK SNI T-15.1919.03.
·
Pengecoran
- Pengecoran beton akan dilaksanakan
atas persetujuan tertulis Direksi / konsultan Pengawas. Selama pengecoran
berlangsung pekerja dilarang berdiri dan berjalan-jalan diatas area pengecoran.
Untuk dapat sampai ke tempat-tempat yang sulit dicapai harus digunakan
papanpapan berkaki yang tidak membebani pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di
cabut pada saat beton di cor.
- Apabila pengecoran beton akan di
hentikan(digantung), maka tempat penghentiannya akan di setujui oleh Direksi /
Konsultan Pengawas. Untuk melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus
tersebut,bagian permukaan yang mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar
kemudian diberi additive yang memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada
pengecoran kolom, adukan tidak akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih
tinggi dari 1,5 m.
·
Perawatan
beton
- Beton yang sudah di cor akan dijaga
agar tidak kehilangan kelembapan untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari.
Untuk keperluan tersebut ditetapkan cara sebagai berikut:
1.
Dipergunakan
karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.
Hasil
pekerjaan beton yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak
mengikuti bentuk yang diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beto,dan
lain-lain yang tidak memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau
seluruhnya menurut perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti
atau diperbaiki segera atas resiko pemborong.
3.
Semua
beton yang dimintakan untuk dipekerjakan dalam spesifikasi ini sudah tercakup
dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar Volume Pekerjaan, harga satuan yang
ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen,
pemeliharaan, pengujian beton, serta semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai
dengan persyaratan dan keperluan yang termaksud diatas.
c.
Tulangan
sloof
- Besi beton yang digunakan adalah
sesuai dengan gambar bestek dengan mutu baja polos BJTP 24 dengan tegangan
leleh fy=240 Mpa. Daya lekat baja tulangan akan dijaga dari
kotoran,lemak,minyak,karat lepas dan bahan lain nya. Besi beton akan disimpan
dengan tidak menyentuh tanah dan tidak disimpan di udara terbuka dalam jangka
waktu panjang. Besi beton digunakan pada sloof dan di tempat yang menggunakan
beton bertulang sesuai dengan gambar rencana. Membengkok dan meluruskan
tulangan akan dilakukan dalam keadaan batang dingin. Tulangan harus dipotong
dan dibengkokkan sesuai gambar dan harus minta persetujuan Direksi / Pengawas
terlebih dahulu.antara tulangan harus diikat dengan kawat bendrat dan
- dipastikan ikatan kuat sehingga tidak
merubah bentuk dan ukuran yang direncanakan.
2. Pekerjaan Dinding
a.
Pasangan
bata
1. Persiapan
o
Pembuatan
dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang bata.
o
Approval
material yang akan digunakan.
o
Persiapan
lahan kerja.
o
Persiapan
material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air..
o
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran,
benang,unting-unting, profil, selang air, sendok semen, dll.
2. Pengukuran
o Pengukuran dengan menggunakan alat
ukur theodolith dan waterpass.
o Juru ukur menentukan dan menandai
(marking) lokasi yang akan dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom
praktis, as dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.
3. Pelaksanaan pekerjaan pasang bata
o Pasangan bata biasa dengan menggunakan
adukan sesuai dengan spesifikasi teknis
o Sebelum bata dipasang terlebih dahulu
direndam dalam air jenuh, agar air semen adukan tidak terserap dalam bata yang
mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan dan pasangan batu bata cukup
kuat.
o Buat adukan untuk pasangan dinding
bata.
o Pasang profil dan benang serta
unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.
o Pasang dan susun bata pada area yang
telah diberi tanda marking dengan menggunakan perekat adukan.
o
Cek
dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1 m.
b.
Plesteran
o Material Semen PC, Pasir Pasangan, dan
Air sudah harus on site di lokasi yang akan dikerjakan.
o Untuk plesteran, perbandingan campuran
antara semen dan pasir sesuai dengan spesifikasi dan instruksi direksi
o Semua bagian yang akan di plester,
dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran dan disiram dengan
o air. Selama proses pengeringan
Plesteran harus disiram air agar tidak terjadi retak-retak akibat
o
proses
pengeringan yang terlalu cepat. Pencampuran material dilakukan dengan Concrete
Mixer
3. Pekerjaan Keramik Dinding 20x40
·
Pada
pekerjaan dinding seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
plesteran, sebelum dilakukan pemasangan keramik terlebih dahulu plesteran
diratakan.
·
Pola
pemasangan keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi.
Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar)
dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk
garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk
siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan
tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong
keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna.
4. Pekerjaan Keramik Lantai 40x40
·
Pada
pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas
beton cor,.
·
Pola
pemasangan keramik sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
·
Keramik
yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik
hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik
direndam dalam air sampai jenuh. pemotongan pasangan keramik dilakukan dengan
alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian
yang sempurna
5. Lantai Kerja
a.
Rabat
beton lantai kerja
·
Persiapan
Persiapan
material kerja, antara lain : semen PC, pasir, split dan air.
Persiapan
alat bantu kerja, antara lain : concrete
mixer, meteran, waterpass, cangkul, talang cor, ember, sendok semen, raskam,
benang, selang air, dll.
·
Pengukuran
Terlebih
dahulu juru ukur (surveyor) melakukan pengukuran untuk menentukan leveling
lantai kerja. Tandai hasil pengukuran dengan menggunakan patok kayu yang diberi
warna cat.
Pelaksanaan
pekerjaan lantai kerja
·
Untuk
lantai kerja dibuat dengan ketebalan sesuai rencana.
·
Buat
adukan untuk lantai kerja dengan campuran sesuai dengan spesifikasi teknis dan
instruksi direksi.
·
Pastikan
bahwa lokasi yang akan dipasang lantai kerja sudah terdapat urugan pasir dengan ketebalan yang sesuai rencana dan telah diratakan.
·
Bersihkan
lokasi yang akan dipasang lantai kerja dari sampah atau kotoran.
·
Pasang
patok dan leveling lantai kerja yang diperlukan sebagai acuan untuk menentukan
ketebalan. Bisa juga dengan terlebih dahulu dibuat kepalaan dengan jarak per 1
m untuk leveling lantai kerja.
·
Tuangkan
adukan lantai kerja ke area melalui talang cor atau ember.
·
Adukan
lantai kerja diratakan dengan menggunakan cangkul maupun sendok adukan/raskam
sampai ketinggian yang telah ditentukan dengan cara melakukan tarikan benang
dari patok level satu dengan yang lainnya.
6. Bongkar dan Pasang Pintu Musholla Kaca
Frameless tebal 12 mm
Pekerjaan
ini meliputi pembongkaran pintu musholla dan pemasangan pintu musholla. sebelum
memulai pekerjaan, pintu yang akan dipasang sudah harus disiapkan dilokasi
pekerjaan.
pertama
bongkar pintu dengan baik dan rapi untuk menghindari kerusakan kusen saat
pembongkaran
selanjutnya
pasang kembali pintu yang baru dengan baik dan rapi
7. Instalasi air bersih dan Kotor
·
Persiapan gambar shop
drawing pekerjaan instalasi air bersih dan air kotor.
·
Approval material yang
akan digunakan.
·
Persiapan lahan kerja.
·
pengukuran dan pembuatan
titik patok
·
Sebelum pekerjaan
dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
·
Pekerjaan instalasi
air bersih dan air kotor dilaksanakan sesuai dengan gambar kerja dan instruksi
direksi
·
Tahap akhir adalah
pengecekan yang berfungsi untuk mengecek apakah instalasi air bersih dan air
kotor tersebut berfungsi sesuai dengan rencana.
PEMBERSIHAN
Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan, akan dilakukan
pembersihan lokasi, Dalam
hal ini membersihkan lapangan kerja sebelum serah terima
pekerjaan di mulai dari semua tumpukan bahan bahan, termasuk sisa sisa bahan
bangunan/pekerjaan, sampah sampah dan lain-lain pada daerah tertentu ditempat
pekerjaan. Semua hasil pembongkaran/pembersihan tersebut dibuang ketempat yang
telah ditunjuk oleh Direksi Pekerjaan.
|
Pek. Pengukuran dan pematokan
Sebelum pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilaksanakan Rekayasa
lapangan bersama-sama dengan Direksi / Pemilik Proyek atau yang mewakili yang
bertujuan untuk :
1. Membuat / menentukan patok patok kerja pada lokasi pekerjaan.
2. Malakukan pengukuran kembali guna menyesuaikan kwantitas
pekerjaan pekerjaan yang tercantum dalam kontrak dan kondisi lapangan.
3. Apabila dijumpai perbedaan-perbedaan perhitungan perlu ditentukan
suatu acuan sebagai pelaksanaan.
4. Selesai rekayasa lapangan, dibuat suatu berita acara dari
rekayasa lapangan tersebut sebagai pedoman pelaksanaan selanjutnya.
|
|
Photo dokumentasi papan nama proyek
dan pelaporan
Foto dokumentasi akan
diambil pada kondisi sebelum pekerjaan dimulai (0 %)dan pekerjaan yang sedang
dilaksanakan serta pekerjaan selesai dilaksanakan (100%). Pengambilan foto
dilakukan pada posisi pengambilan yang sama sehingga dapat menghasilkan
Dokumentasi yang menggambarkan proses pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai
selesai..
Papan nama proyek akan dipasangkan pada saat
pelaksanaan pekerjaan. Papan nama ini dibuat dengan jumlah yang telah
ditentukan. Bahan dari papan nama ini dibuat dari bahan yang ditentukan dalam
RKS dengan ukuran dan bentuk sesuai yang disyaratkan. Demikian juga dengan
bentuk, ukuran dan isi tulisan yang ada pada papan nama proyek akan dipasang
di lokasi yang strategis dan mudah dilihat oleh umum.
Pekerjaan pelaporan
dibuat sesuai sesuai dengan instruksi dan persetujuan dari direksi, pekerjaan
pelaporan yang dibuat diantaranya:
·
Laporan Harian
Laporan harian merupakan penyusunan seluruh isian formulir
standard. Laporan harian yang berisikan
antara lain: jenis pekerjaan, tenaga kerja, peralatan yang
digunakan, kondisi cuaca dan permasalahan yang
timbul
·
Laporan
Mingguan
Laporan mingguan merupakan rekapitulasi dari laporan harian yang
isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik pekerjaan setiap minggu, rencana kegiatan
untuk minggu berikutnya.
·
Laporan Bulanan
Laporan bulanan merupakan rekapitulasi laporan mingguan yang
isinya antara lain: rencana kerja dan
realisasi progres fisik seta yang berkaitan
dengan bahan dan rencana kegiatan bulan berikutnya.
|
|
Alat-alat bantu dan perancah kerja
Pekerjaan
ini meliputi mendatangkan alat alat bantu yang digunakan untuk pekerjaan
Serta perancah kerja sudah harus disiapkan dilokasi pekerjaan sebelum
pekerjaan dimulai
|
|
Pek. Bongkaran seng lama
Pekerjaan pembongkaran seng lama
ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi
tugas/konsultan. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan
atau penumpukan bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan
keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu
kegiatan yang ada.
|
|
Pek. Bongkaran rangka kuda-kuda sisi
luar (Tempiasan 1 mtr)
Pekerjaan pembongkaran rangka
kuda kuda sisi luar ini dilaksanakan
sesuai dengan ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi tugas/konsultan.
Pekerjaan ini mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan atau penumpukan
bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan
keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu
kegiatan yang ada.
|
|
Pek. Bongkaran Paving Blok
Pekerjaan pembongkaran paving
block ini dilaksanakan sesuai dengan
ketentuan dan intruksi khusus dari pemberi tugas/konsultan. Pekerjaan ini
mencakup pembongkaran, penanganan, pembuangan atau penumpukan bekas bongkaran.
Untuk bekas bongkaran diperlukan Pembuangan
keluar Site dan Kerapihan Bekas Bongkaran sehingga tidak akan mengganggu
kegiatan yang ada.
|
|
Pek Selasar - Pek. Galian tanah utk
umpak dudukan besi penyangga
Galian tanah dilakukan sesuai dengan RKS dan gambar kerja.
Penempatan tanah hasil galian akan
diatur sedemikian rupa di lapangan, agar tidak mengganggu
kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
Penggalian dimulai dari muka tanah dengan harus mengambil
lebar yang cukup sesuai gambar
atau ditentukan lain oleh Direksi.
pekerjaan galian ini berfungsi untuk umpak dudukan besi penyangga
|
|
Pek Selasar - Pondasi Umpak, Cetakan
Beton 2 x pakai
Bekisting dibuat sebagai acuan pembentukan dimensi beton yang
diinginkan sesuai gambar,
bekisting ini menggunakan kayu sesuai dengan spesifikasi dengan
ketentuan sebagai berikut:
1. Bekisting harus dibuat dan dipasang sesuai dengan bentuk,
ukuraan dan posisi seperti yang di
isyaratkan pada gambar.
2. Bekisting harus cukup kuat untuk memikul tekanan atau beban
yang diakibatkan oleh beton
basah, beban pelaksanaan dan beban – beban lainnya.
3. Bekisting harus cukup kaku ( stabil ) artinya harus dapat
menghasilkan bentuk yang tetap
struktur beton sesuai dengan yang direncanakan.
4. Perencanaan bekisting harus didasarkan oleh kemudahan
pemasangan, kemudahan
pembongkaran, kecepatan pemasangan dan biaya yang efisien.
5. Sambungan bekisting harus baik sehingga tidak rusak/bocor
saat pelaksanaan pengecoran dan
juga tidak merusak beton.
6. Pada sisi dalam bekisting diolesi minyak bekisting supaya
bahan bekisting tidak menyerap air
semen dan tidak merusak beton.
7. Pemasangan bekisting harus benar – benar sesuai dengan
gambar rencana, baik secara vertical
maupun horizontal.
Pembuatan cetakan dan acuan akan merujuk kepada
ketentuan-ketentuan didalam SK SNI T-
15.1919.03.
|
|
Pek Selasar - Pondasi Umpak, Beton
123
Pekerjaan
yang dimaksud adalah pekerjaan pondasi umpak dengan beton campuran 1:2:3
a.
Bahan-bahan:
- Semen.
Digunakan
portland cement jenis I menurut NI-8 tahun 1972 dan memenuhi s-400 menurut
Standar cement portland yang digariskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (NI 8
TAHUN 1972). Semen yang telah mengeras sebagian maupun seluruhnya dalam satu
zak semen, tidak akan dipergunakan sebagai bahan campuran. Penyimpanan
dilakukan sedemikian rupa sehingga terhindar dari tempat yang lembab agar
semen tidak cepat mengeras. Tempat penyimpanan semen akan ditinggikan 30 cm
dan tidak menempel terhadap dingding tempat penyimpanan serta tumpukan paling
tinggi 2 m. Setiap semen baru yang masuk harus dipisahkan dari semen yang
telah ada agar pemakaian semen dapat di lakukan menurut urutan pengiriman.
- Pasir
beton.
Pasir
beton yang di pergunakan berupa pasir berbutir-butir tajam dan keras,bebas
dari bahanbahan organis,lumpurdan sejenisnya serta memenuhi komposisi butir
serta kekerasan sesuai dengan syarat-syarat yang tercantum dalam SK SNI T
15.1919.03 dan Baku mutu yang disyaratkan dalam dokumen kontrak.
-
Kerikil.
Kerikil
yang akan digunakan kerikil yang bersih dan bermutu baik, serta mempunyai
gradasi dan kekerasan sesuai yang diisyaratkan dalam SK SNI T-15.1919.03.;
Penimbunan kerikil dengan pasir akan dipisahkan agar kedua jenis material
tersebut tidak tercampur untuk menjamin adukan beton dengan komposisi
material yang tepat.
- Air.
Air yang
digunakan adalah air tawar, tidak mengandung minyak, asam alkali, garam,
bahan-bahan lain yang dapat merusak beton atau baja tulangan. Dalam hal ini
akan dipakai air bersih yang dapat diminum.
b.
Komposisi / Campuran Beton / Mutu Beton
- komposisi/Campuran beton yang digunakan adalah sesuai sepsifikasi dan
sesuai dengan gambar kerja.
- Pemborong akan melaporkan kepada Direksi/konsultan Pengawas apabila
ada perbedaan yang didapat didalam gambar konstruksi dan gambar arsitektur.
- Pengangkutan adukan beton dari tempat pengadukan ketemppat pengecoran
akan dilakukan dengan cara:
a.
Tidak berakibat
pemisahan dan kehilangan bahan-bahan.
b.
Tidak terjadi
perbedaan waktu pengikatan yang menyolok antara beton yang sudah di cor dan
yang akan di cor,dan nilai slump untuk berbagai pekerjaan beton harus memenuhi
SK SNI T-15.1919.03.
c.
Pengecoran
- Pengecoran beton akan dilaksanakan atas persetujuan tertulis Direksi /
konsultan Pengawas. Selama pengecoran berlangsung pekerja dilarang berdiri
dan berjalan-jalan diatas area pengecoran. Untuk dapat sampai ke tempat-tempat
yang sulit dicapai harus digunakan papanpapan berkaki yang tidak membebani
pengecoran. Kaki-kaki tersebut dapat di cabut pada saat beton di cor.
- Apabila pengecoran beton akan di hentikan(digantung), maka tempat
penghentiannya akan di setujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk
melanjutkan bagian pekerjaan yang di putus tersebut,bagian permukaan yang
mengeras akan dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi additive yang
memperlambat proses pengerasan. Kecuali pada pengecoran kolom, adukan tidak
akan dicurahkan dari ketinggian yang lebih tinggi dari 1,5 m.
d.
Perawatan beton
- Beton yang sudah di cor akan dijaga agar tidak kehilangan kelembapan
untuk paling sedikit 14 (empat belas) hari. Untuk keperluan tersebut
ditetapkan cara sebagai berikut:
1.
Dipergunakan
karung-karung goni yang senantiasa basah sebagai penutup beton.
2.
Hasil pekerjaan beton
yang tidak baik seperti sarang kerikil, permukaan tidak mengikuti bentuk yang
diinginkan, munculnya pembesian pada permukaan beton,dan lain-lain yang tidak
memenuhi syarat, akan dibongkar kembali sebagian atau seluruhnya menurut
perintah Direksi / Konsultan Pengawas. Untuk selanjutnya diganti atau
diperbaiki segera atas resiko pemborong.
Semua beton yang dimintakan untuk dipekerjakan
dalam spesifikasi ini sudah tercakup dalam harga yang ditawarkan dalam Daftar
Volume Pekerjaan, harga satuan yang ditawarkan untuk pekerjaan ini mencakup
biaya-biaya air, pasir, kerikil, semen, pemeliharaan, pengujian beton, serta
semua pekerjaan-pekrjaan lainnya sesuai dengan persyaratan dan keperluan yang
termaksud diatas
|
|
Pek Selasar - Pek.Keramik 40x40 utk
kaki lima
1)
Pada pekerjaan lantai
seperti tercantum pada gambar rencana yang dikerjakan diatas beton cor,
sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu tanah pasir urug dipadatkan
dengan alat pemadat.
2)
Pola pemasangan
keramik lantai sesuai dengan gambar rencana dan petunjuk Direksi. Jarak
antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar siar-siar) dibuat
sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm yang membentuk garis-garis
sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama dalamnya, untuk siar-siar yang
berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan saling berpotongan tegak lurus
sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik menggunakan alat pemotong keramik
khusus sesuai persyaratan pabrik.
3)
Keramik yang telah
terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik hingga
bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu unit-unit keramik direndam
dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan keraamik dilakukan dengan alat gurinda
sehingga diperoleh hasil pengerjaan yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.
|
|
Pek Selasar - Pek.Besi Hollow 40x40
untuk penyangga talang, pengadaan besi hollow
1.
Sebelum
dimulai pekerjaan, terlebih dahulu besi hollow di siapkan dilokasi pekerjaan
2.
Pengukuran
pemasangan besi hollow 40x40 sesuai dengan spesifikasi teknis yang
dianjurkan.
3.
Pengukuran
tinggi besi hollow yang akan digunakan sebagai penyangga talang.
4.
Mengukur
kedataran dan tegak lurus agar menghasilkan penyangga yang baik.
5.
Dilanjutkan
dengan memasang talang air
6.
Setelah
selesai dilakukan pekerjaan pemasangan besi hollow, selanjutnya dicek kembali
untuk memastikan pemasangan dilaksanakan dengan baik
|
|
Pek Selasar - Pek Selasar - Pek. Cat
Minyak
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecatan dengan cat
minyak.
1. Persiapan alat bantu kerja berupa steiger, kuas dan
ampelas.
2. Menyiapkan material kerja berupa cat minyak.
3. Pastikan permukaan dalam keadaan kering, tidak lembab.
4. Permukaan dibersihkan dahulu sebelum dicat, yaitu dengan
diampelas.
5. Setelah permukaan bersih, dilakukan pekerjaan pengecatan
dengan cat minyak yang sesuai dengan persetujuan direksi
|
|
Pek. Kuda-kuda Baja Ringan utk Bagian
Selasar
1. Persiapkan bahan dilokasi pekerjaan sesuai dengan
spesifikasi teknis
2. Persiapkan tempat pemasangan rangka atap
3. Pengukuran lokasi berdasarkan gambar kerja
4. Pemasangan masing masing profil baja ringan sesuai dengan
gambar
5. Selalu cek sambungan apakah sudah benar benar bagus
6. Setelah pekerjaan ini baru dilaksanakan
pekerjaan atap
|
|
Pek.Perbaikan kuda-kuda Kayu utk atap
induk
1. Persiapkan bahan dilokasi pekerjaan sesuai dengan
spesifikasi teknis
2. Persiapkan tempat pemasangan rangka atap kuda kuda kayu
3. Pengukuran lokasi berdasarkan gambar kerja
4. Pemasangan masing masing kayu sesuai dengan gambar
5. Selalu cek sambungan apakah sudah benar benar bagus
6. Setelah pekerjaan ini baru
dilaksanakan pekerjaan atap
|
|
Pek. Atap Superdeck Tebal 0,30 mm
Sebelum dilaksanakan pekerjaan atap superdeck, bahan bahan
harus terlebih dahulu dipersiapkan
dilokasi pekerjaan seperti Atap superdeck warna merah maroon,
Meteran, dll. Semua bahan harus sesuai dengan spesifikasi teknis dan mendapat
persetujuan dari direksi. Pemasangan genteng metal yang harus
diperhatikan adalah bagian atas dan bawah. Genteng tidak bisa
terbalik dalam pemasangannya
sebab ada SOK nya. Sehingga pemasangan lembaran pada sayap
kanan dengan pemasangan
lembaran pada sayap kiri sama
|
|
Pek.Atap Fiber untuk Bukaan Cahaya
Sebelum dilaksanakan pekerjaan atap fiber, bahan bahan harus
terlebih dahulu dipersiapkan
dilokasi pekerjaan seperti Atap fiber, dll. Semua bahan harus
sesuai dengan spesifikasi teknis dan mendapat persetujuan dari direksi.
Pemasangan atap fiber dilaksanakan bersamaan dengan atap superdeck dengan
titik yang disetujui oleh direksi
|
|
Pek.Talang (Patry dan Bahan )
Kemiringan
Agar air mengalir kemiringan talang perlu di perhatikan. Perhitungannya adalah setiap 5 m talang terdapat kemiringan antara 1,5 – 3 cm (sesuai dengan persetujuan direksi). Kemiringan dapat ditentukan dengan menggunakan waterpass atau selang air.
Corong ditempatkan disetiap 10 m talang (atau sesuai dengan
persetujuan direksi dan gambar kerja). Agar air mengalir menuju corong,
posisi corong harus lebih rendah. Terdapat 2 macam desain penempatan corong.
Pertama dengan menempatkan 2 corong di ujung talang. Kedua
ujung talang lebih rendah dari pada titik tengah talang. Jadi air yang jatuh
ke tengah talang akan dialirkan ke kanan dan kiri.
Kedua, cara ini corong ditaruh ditengah talang. Karena ujung
talang yang lebih tinggi, maka air akan bergerak ke tengah.
Jika posisi Corong telah ditentukan, Gergaji digunakan untuk
melubangi bagian tersebut. Untuk merakit Corong, di Corong terdapat ujung
lipat yang masuk ke lingkaran kecil talang. Proses akhir adalah melipat
ujung, untuk mengunci Corong pada talang. untuk penyambungan talang
dilakukang dengan cara dipatri dengan bantuan alat bantu yang sudah
disediakan
|
|
Pek. Rabung Atap Superdeck
Pekerjaan rabung dilaksanakan setelah pekerjaan rangka atap
dan atap. Rabung yang digunakan
sesuai dengan spesifikasi dan mendapat persetujuan. Pemasangan
rabung harus rapi dan
memastikan terpasang dengan bagus.
|
|
Pek.List Plank GRC
·
Ukur panjang area yang ingin dipasang list. Pastikan
ukurannya tepat karena jika meleset beberapa centimeter aja bisa berpengaruh
pada saat pemasangan list yang lain
·
Setelah itu, potong list yang akan dipasang sesuai dengan
ukuran tadi dengan menggunakan cutter atau gergaji besi.
·
Selanjutnya buatlah "perekat" dari compound untuk
menempelkan list pada dinding yang akan dipasang. Sediakan air, bubuk
compound, wadah, dan kape. Bubuk compound diletakkan di suatu wadah (biasanya
potongan papan gypsum atau potongan tripleks). Dikarenakan compound setelah terkena
air cepat mengeras (kurang lebih 10 menit), maka saat pencampuran usahakan
agar air yang dicampur sedikit demi sedikit sambil diaduk pelan-pelan.
·
"Perekat" yang sudah jadi selanjutnya dioleskan
ke list yang telah dipotong tadi. Oleskan "perekat" tersebut secara
merata agar semua bagian list dapat menempel pada dinding dan plafond secara
merata.
·
Kemudian tempelkan list yang sudah diolesi
"perekat" tersebut ke dinding dan plafond yang akan dipasang.
Ratakan list tersebut sesuai dengan ukuran tadi (usahakan diberi tanda tempat
yang akan ditempel list).
·
Setelah list tertempel pada dinding dan plafond, selanjutnya rapikan bagian
atas dan bawah list dengan kape karena biasanya pada saat penempelan, ada
bekas "perekat" yang keluar. Perapihan dapat dilakukan dengan
amplas atau kape.
Pada sambungan
list, usahakan agar tidak sampai keliatan. Caranya dengan menambah
"perekat" atau membuat motif motif yang seolah-olah list tersebut
keliatan sambung-menyambung.
|
|
Pek. Cat Minyak untuk Listplank
Pekerjaan yang dimaksud adalah pekerjaan pengecatan listplank
dengan cat minyak.
1. Persiapan alat bantu kerja berupa steiger, kuas dan
ampelas.
2. Menyiapkan material kerja berupa cat minyak.
3. Pastikan permukaan dalam keadaan kering, tidak lembab.
4. Permukaan dibersihkan dahulu sebelum dicat, yaitu dengan
diampelas.
5. Setelah permukaan bersih, dilakukan pekerjaan pengecatan
dengan cat minyak yang sesuai dengan persetujuan direksi
|
|
Pek.pipa dan Assesories pembuangan
dari talang
Pertamatama
pipa disiapkan di lokasi pekerjaan. spesifikasi pipa sesuai dengan
spesifikasi teknis dan persetujuan direksi, pipa di sambungkan ke talang
untuk meneruskan pembuangan ke lokasi yang telah ditetapkan sesuai dengan
gambar kerja.
|
|
Pek.Pembersihan akhir
Pekerjaan
pembersihan dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan proyek telah selesai
dikerjakan
Pekerjaan
ini meliputi:
·
Pembersihan Bongkaran bowplank
·
pembersihan sampah pada lokasi kerja
·
pembongkaran semua instalasi yang ada
di basecamp
·
dll
|







0 comments:
Post a Comment